Poltekkes Kemenkes Pontianak

User login

Susu Sapi dan Susu Kedelai

Oleh : Jurianto Gambir, M.Kes

1. Apakah saja kandungan susu sapi dan susu kedelai
Hampir seluruh jenis zat gizi yang dibutuhkan manusia ditemukan dalam susu, sehingga dikenal sebagai produk makanan yang hampir sempurna. Minum susu sering diidentikkan dengan kesehatan tulang dan gigi karena memang penyusuun utama tulang dan gigi adalah mineral kalsium. Terutama bagi balita yang sedang bertumbuh pesat serta wanita yang sedang hamil kosumsi kalsium yang adekwat merupakan perhatian yang sangat penting.
Selain tinggi akan kandungan kalsium, susu juga tinggi akan kandungan protein, berfungsi dalam pertumbuhan, pembentuk hormonal, enzim, fungsi immun dan fungsi penyangga (bufer). Albumin protein bertindak sebagai bufer dalam mempertahankan PH darah, kelebihan lainnya adalah relatif mudahnya susu dicerna oleh tubuh serta kaya akan vitamin dan mineral.
Pada zaman orde lama kita mengenal slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” yang diartikan bahwa jika tidak mengkonsumsi susu seolah-olah kita belum makan dengan sempurna. Statment ini perlu saya luruskan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar karena zat-zat gizi yang dikandung susu juga dapat kita temukan pada bahan makanan lainnya. Jadi tidak perlu kuatir bila tidak minum susu, bukan berarti kita belum makan dengan kualitas sempurna karena kalsium dan zat gizi lainnya dapat ditemukan dalam jumlah banyak dalam bahan makanan yang kita konsumsi sehari-harinya yang penting kita dapat mempraktekkan pola makan menu seimbang. Protein, mineral kalsium banyak ditemukan pada bahan makanan, daging, ikan, telur dan kacang-kacangan, vitamin dan mineral banyak kita jumpai pada buah dan sayuran.
Susu yang dikonsumsi dapat saja berasal dari mamalia dan nabati. Contoh yang berasal dari mamalia antara lain adalah susu, sapi, kambing dan susu kerbau sedangkan susu kedelai merupakan salah satu contoh susu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati).
2. Mana yang lebih baik antara Susu Sapi dan Susu Kedelai
Secara umum susu sapi dan susu kedelai sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan, karena mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh manusia. Baik tidaknya tergantung pada kondisi dari orang yang mengkonsumsinya, bila sesorang tidak mengalami intoleransi laktosa maka konsumsi susu sapi tentu juga baik. Namun sebaliknya bila ada latarbelakang intoleransi laktosa terutama yang sering ditemukan pada balita maka konsumsi susu sapi sebaiknya dihentikan.
Asam amino glisin dan arginan yang dikandung oleh susu kedelai akan menurunkan sintesa sintesa kolesterol. Kandungan lemak pada susu kacang kedelai sebahagian besarnya adalah berupa lemak tidak jenuh (unsaturated) yang berfungsi dalam menghambat pengantaran kolesterol ke pumbuluh darah yang dapat menurunkan kadar trigliserida, LDL dalam darah serta meningkatkan HDL.
Dipandang dari resiko akan pertumbuhan bakteri serta kontaminasi maka susu sapi memiliki resiko lebih tinggi, untuk terkontaminasi, pasteurisasi yang kurang benar dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
3. Beberapa perbedaan Susu Sapi dan Susu Kedelai
Perbedaan susu sapi dan susu kedelai terletak pada kandungan laktosa, susu sapi mengandung laktosa yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan susu kedelai. Kandungan laktosa yang tinggi pada susu sapi sering mengakibatkan alergi dan intoleransi laktosa sebagai penyebab diare dan konstipasi pada orang yang bermasalah terhadap enzim laktase, karena enzim laktase berperan dalam menghidrolisis laktosa menjadi gula sederhana yaitu glukosa dan galaktosa agar dapat dimanfaatkan tubuh. Hal ini merupakan salah satu keunggulan dari susu kedelai, kandungan laktosa yang rendah jarang menyebabkan terjadinya diare/alergi. Sehingga susu kedelai baik dikonsumsi oleh orang-orang yang alergi susu sapi, yaitu orang-orang yang tidak punya atau kekurangan enzim laktase (b-galaktosidase) dalam saluran pencernaannya, sehingga tidak mampu mencerna laktosa yang terkandung dalam susu sapi
Perbedaan lainnya adalah adanya bahan makanan fungsional bioaktif (bahan makanan yang menimbulkan efek bermanfaat bagi kesehatan khusus dan melebihi nilai gizi dasar, seperti halnya kandungan fitoestrogen dalam kedelai yang tidak ditemukan pada susu sapi, isoflavon (genistein dan daidzein) yang berfungsi dalam meredakan gejala terkait menopuse, memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung dan beberapa penyakit kanker, menurunkan kolestreol total dan LDL serta meningkatkan kepadatan tulang. Setiap 100 gr kacang kedelai mengandung kurang lebih 12-153 mg dan bervariasi menurut varietas dan umur kedelai. Selain itu dalam susu kedelai juga ditemukan asam lemak, asam fenolat, lesitin dan inhibitor protease yang fungsinya sebagai zat antioksidan.
4. Apakah Susu Kedelai sama dengan air tahu
Ya, saya kira sama saja, karena berbahan dasar yang sama serta dengan proses pengolahan yang relatif sama, namun dalam penyajian air tahu di pasaran sering dicampur dengan bahan olahan makanan lainnya, sebagai inovasi dari masing-masing pedagang, antara lain melalui pencampuran dengan bahan makanan lainnya seperti dicampur dengan ketan, kacang ijo atau bahan makanan lainnya. Seiring dengan temuan-temuan penelitian akan khasiat kacang kedelai yang tentu akan berkorelasi positif terhadap permintaan masyarakat, maka saat ini berkembang juga susu kedelai dalam bentuk serbuk/tepung dengan masa simpan yang lebih lama serta dengan penyajian yang lebih praktis.
5. Apakah ada batasan dalam mengkonsumsi susu
Pernyataan ini sudah sering saya utarakan, bahwa tidak ada satu makanan yang boleh dikonsumsi dalam jumlah semau kita, namun tetap dalam jumlah yang sesuai, dengan mengkonsumsi 2 gelas perhari secara tertatur merupakan rekomendasi terbaik saat ini. Akan tetapi tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal dan asam urat, karena minum susu kedelai atau susu susu sapi justru dapat memperburuk kesehatan penderita.
6.Apakah Susu Kedelai dapat digunakan sebagai dalam alternatif diet
Susu kedelai dapat digunakan sebagai alternatif dalam menjalankan diit, terkait kandungan zat gizi dan non zat gizi yang dikandungnya. Susu kedelai mengandung asam lemak tidak jenuh, serta asam lemak esensial (asam lemak linoleat dan linolenat). Kedua asam lemak ini dapat membantu dalam membantu memecah dan mengurangi kholesterol yang terakumulasi pada lapisan dalam pembuluh arteri. Peristiwa seperti ini dengan sendirinya dapat mencegah terjadinya hipertensi, resiko serangan jantung, diabetes, kanker serta konstipasi. Susu kedelai sangat baik untuk penderita dislipidemia karena susu ini tidak mengandung kolesterol dan kandungan lemak jenuhnya sangat rendah sehingga berkontribusi positif terhadap kelangsungan hidup penderita penyakit kardiovaskuler.Kandungan lesitin pada susu kedelai juga dapat menurunkan kadar lemak jenuh dalam darah serta membantu regulasi tubuh serta dapat mencegah penuaan.
Susu kedelai memiliki serat yang relatif baik, hal ini juga merupakan keunggulan dari susu kedelai. Serat yang bersumberkan tumbuh-tumbuhan seperti halnya kacang-kacangan merupakan serat yang baik dan penting bagi kesehatan sisitem pencernaan, pembentuk bulk feces sehingga dapat mencegah terjadinya sembelit, kanker usus dan kanker anus. Susu kedelai (soya) juga membantu usus dalam mengurangi penyerapan lemak, sehingga cocok bagi orang yang menjalankan penurunan berat badan namun perlu diperhatikan penggunaan bahan tambahan gula dalam pembuatannya.
Namun demikian perlu diperhatikan asupan nutrisi dari sumber makanan lainnya pada penganut vegetarian murni karena kandungan zat fitat dalam susu kedelai dapat menghambat penyerapan kalsium dan miskinnya akan kandungan vitamin B12 sehingga resiko timbulnya anemia dapat dieliminasi.
7. Apakah baik mengkonsumsi susu kedelai pada saat berbuka puasa
Anjuran kesehatan pada saat berbuka puasa adalah di awali dengan minuman hangat dan manis, mengingat sel-sel sudah kelaparan karena tidak adanya asuoan makanan kurang lebih selama 12-14 jam. Minum susu kedelai pada saat berpuasa cukup baik karena susu kedelai juga merupakan makanan dalam konsistensi cair. Namun perlu diperhatikan sebaiknya disajikan dalam keadaan hangat karena mengkonsumsi makananan/minuman pada saat kelaparan kurang baik bagi kesehatan. Minum air dingin pada saat berbuka puasa dapat menyebabkan dampak kurang baik mengingat lambung dalam keadaan kosong dalam waktu yang relatif panjang. Minuman dingin yang masuk ke dalam lambung akan menyebabkan kontraksi yang abnormal sehingga dapat menjadi predisposisi timbulnya kram perut dan penyakit maagh.