Jurusan Gizi

Poltekkes Kemenkes Pontianak

User login

Jurnal Edisi Maret 2016

Jurnal Pangan dan Gizi Vol 7 No 1 Maret 2016
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Shelly Festilia
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA DENGAN RUTINITAS SARAPAN PAGI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 KOTA PONTIANAK ( Abstrak, Full Tex)

Agustiansyah, SKM, M.Kes
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 12-59 BULAN YANG PERNAH MENGALAMI GIZI BURUK DAN DIRAWAT DI TFC FAJAR KOTA PONTIANAK ( Abstrak, Full Tex)

Indonesia Rawan Gizi?

Oleh Iman Jaladri

Untuk sementara bisa disimpulkan bahwa masalah gizi tidak disebabkan oleh asupan akibat ketersediaan bahan makanan. Tanah, air, hutan, ladang sawah dan sedikit campur tangan negara dapat dinyatakan bahwa mereka yang mengalami masalah gizi adalah karena mereka tidak tahu caranya makan yang baik. Saking sudahnya dikasih tahu, maka digunakan kata “bodoh” karena tidak sanggup mengusahakan diri sendiri agar bisa memenuhi asupan makan. Namun karena kata “bodoh” dianggap tidak sopan, maka diganti dengan pepatah yang sangat halus, yaitu: bagai anak ayam yang mati di tumpukan padi. Jika dicermati, sebenarnya hal ini lebih menyakitkan

Pentingnya Seribu Hari Awal Kehidupan Manusia

Oleh : Jurianto Gambir, M.Kes

Setiap keluarga berkeinginan memiliki anak yang sehat, cerdas tentunya ber-iman dan soleh, sehingga menjadi investasi bagi keluarganya baik bangsa dan negara. Tanpa kita sadari ketika kita bertemu dengan kawan yang mungkin sudah lama tidak beretemu sering kita tanyakan tentang keadaan keluarga, misalnya saja, apa khabar, di mana sekarang tinggal, berapa sekarang anakmu, dimana saja sekarang anakmu, dan kita memuji hebat ya kamu !!. Mungkin bagi keluarga yang memiliki anak-anak yang pintar, soleh dan sukses akan menceritakan dengan bangganya yang terkadang lupa dengan kita yang ada di sampingnya. Coba kita bayangkan bagaimana perasaan kita bila kebetulan keluarga kita hanya pas-pasan termasuk dengan pendidikan dan prestasi anak. Mungkin kita merasa bersalah dan minder, kenapa ya ?, koq dia bisa, saya koq tidak padahal waktu kuliah saya lebih pintar dengan dia, nilainya pas-pasan.

Susu Sapi dan Susu Kedelai

Oleh : Jurianto Gambir, M.Kes

Hampir seluruh jenis zat gizi yang dibutuhkan manusia ditemukan dalam susu, sehingga dikenal sebagai produk makanan yang hampir sempurna. Minum susu sering diidentikkan dengan kesehatan tulang dan gigi karena memang penyusuun utama tulang dan gigi adalah mineral kalsium. Terutama bagi balita yang sedang bertumbuh pesat serta wanita yang sedang hamil kosumsi kalsium yang adekwat merupakan perhatian yang sangat penting.
Selain tinggi akan kandungan kalsium, susu juga tinggi akan kandungan protein, berfungsi dalam pertumbuhan, pembentuk hormonal, enzim, fungsi immun dan fungsi penyangga (bufer). Albumin protein bertindak sebagai bufer dalam mempertahankan PH darah, kelebihan lainnya adalah relatif mudahnya susu dicerna oleh tubuh serta kaya akan vitamin dan mineral.

Download dan extract files

Download Drupal dari http://drupal.org/project/drupal dan ekstrak file dengan alat kompresi (seperti tar atau 7-zip). wget http://drupal.org/files/projects/drupal-x.x.tar.gz tar -zxvf drupal-x.x.tar.gz Pindahkan file ke sebuah direktori dalam root dokumen web server Anda atau direktori publich_html Anda menggunakan perintah berikut, mengganti drupal-xx dengan nomor versi aktual. (Pada komputer banyak * nix path dari root server akan berada pada /var/www/.)
mv drupal-x.x /var/www/

Indonesia Rawan Gizi?

Oleh Iman Jaladri
Untuk sementara bisa disimpulkan bahwa masalah gizi tidak disebabkan oleh asupan akibat ketersediaan bahan makanan. Tanah, air, hutan, ladang sawah dan sedikit campur tangan negara dapat dinyatakan bahwa mereka yang mengalami masalah gizi adalah karena mereka tidak tahu caranya makan yang baik. Saking sudahnya dikasih tahu, maka digunakan kata “bodoh” karena tidak sanggup mengusahakan diri sendiri agar bisa memenuhi asupan makan. Namun karena kata “bodoh” dianggap tidak sopan, maka diganti dengan pepatah yang sangat halus, yaitu: bagai anak ayam yang mati di tumpukan padi. Jika dicermati, sebenarnya hal ini lebih menyakitkan

Kader Posyandu dan Visi Kita

Indonesia yang diimpikan dalam bidang kesehatan adalah masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat. Mulai dari sekarang boleh dirancang berapa tahun lagi hal itu bisa terwujud. Lima, sepuluh, limabelas atau duapuluh tahun lagi. Atau berapapun dan boleh lebih dari itu. Untuk selanjutnya mari kita bayangkan jika visi ini menjadi kenyataan. Pada saat itu, mestinya akan ada perubahan kurikulum dalam pendidikan kesehatan.Akan ada perombakan dalam kerangka konsep penelitian para mahasiswa. Terjadi perubahan struktur dalam birokrasi dan organisasi tata laksana di Departemen Kesehatan. Terjadi perubahan dalam sistem pelayanan di rumah sakit, puskesmas dan klinik. Bahkan ada kemungkinan, ketika terwujud kemandirian dalam bidang kesehatan maka akan ada kemandirian dalam bidangbidang yang lain. Bisa terjadi bersama-sama atau susul menyusul. Nah, pada saat itu, apa yang akan terjadi dengan Posyandu kita?